Cerita

Perjuangan Siswa Akhir Pondok Modern Gontor (Bagian 1)

Ujian tulis siswa akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor

Assalamualaikum Wr Wb.

Di sini saya akan berbagi cerita tentang perjuangan kami sebagai siswa akhir KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebuah perjuangan menyongsong kerasnya kehidupan dan beratnya ujian demi masa depan yang gemilang bagi kami kelak, semua itu tidak akan pernah terlupakan dalam benak pikiran kami. Jumlah kami lebih dari 1000 orang, berjuang bersama-sama menggapai impian dan tujuan bersama yaitu menjadi khusnul khotimah dari pondok tercinta.

Berawal dari Yudisium Kelas 5

Inilah titik awal perjuangan kami menjadi siswa akhir KMI. Seluruh santri kelas 5 dari seluruh pondok cabang Gontor berkumpul bersama di satu pondok, yaitu di Gontor Pusat bertempat di daerah Ponorogo untuk menghadiri acara yudisium. Acara yudisium ini akan diadakan di pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 15 Ramadhan. Tenda-tenda sudah didirikan dan bangku-bangku sudah tertata rapi, hal ini menandakan hari bersejarah kami akan segera dimulai, yudisium kelas 5 sudah siap diadakan.

Tepat pada pukul 7 pagi seluruh santri kelas 5 sudah terlihat duduk rapi dibangkunya masing-masing. Terlihat banyak diantara mereka yang terdiam berdzikir kepada Allah, ada yang membawa tasbih, Al-Qur’an dan lain sebagainya. Semua berdoa kepada Allah SWT agar dapat diberikan yang terbaik pada yudisium ini, sampai akhirnya semua terdiam ketika acara akan dimulai. Satu persatu persatu dari kami akan dipanggil oleh panitia ujian dan kemudian kita digiring menuju sebuah gedung berlantai 4, gedung Saudi namanya. Bagi kami yang terpanggil namanya akan dibawa masuk ke sebuah ruangan luas, di dalamnya sudah tertata rapi bangku-bangku untuk kami duduk. Semakin lama acara semakin tegang juga suasananya, karena tidak ada yang tahu kepastian naik atau tidaknya kita, kita hanya bisa berdoa kepada sang ilahi Allah SWT.

Gedung Saudi VI 7 www.kuberbagi17.com as

www.kuberbagi17.com

Disetiap panggilan ada beberapa babak, yang mana babak ini nantinya menentukan tempat di mana nanti kami akan berjuang sebagai siswa akhir KMI. Di Gontor pusatkah atau di pondok cabang? Tidak ada yang tahu.

Di ruangan tersebut kami akan diikrarkan oleh Bapak Direktur KMI tentang kenaikan kami menuju santri kelas 6,  kami pun pantas untuk disebut Siswa Akhir KMI. Betapa bangganya kami dengan sebutan tersebut setelah berjuang selama 5 tahun akhirnya kami bisa mendapatkan gelar itu. Kebahagiaan kami ini hanya bisa disimpan di dalam hati kami, karena selama acara harus dalam keadaan tenang dan tidak ada teriakan, kegembiraan ini akan kami lepas setelah keluar dari gedung tersebut. Setelah selesai diikrarkan oleh Bapak Direktur KMI kemudian kami bersalaman dengan para Kyai, para guru senior dan guru pembimbing kami, kemudian kami digiring keluar gedung tersebut.

Berbeda dengan santri-santri yang belum diberi kesempatan untuk naik ke kelas 6, mereka akan digiring menuju ke gedung yang berbeda, disana mereka akan diberi semangat agar jangan putus asa jika gagal, masih ada kesempatan yang diberikan oleh sang maha pencita Allah SWT. Walaupun mereka diberi dorongan dan dukungan agar semangat tetap saja mereka bersedih dan bahkan terlihat sangat kecewa.

Bagaikan burung yang lepas terbang, kami merasa lega akan hasil dari pengumuman tadi, walaupun tidak disebutkan nilai kami tetapi kami merasa puas. Sebagai rasa syukur, kami semua yang lulus naik ke kelas 6 wajib mencukur rambutnya seperti gaya rambut tentara, cepak atau jundi kami menyebutnya. Ini merupakan sebuah momen bersejarah kami selama menjadi santri, dicukurnya rambut kami merupakan sebuah kebanggaan besar, bukan sebuah hukuman atau yang lainnya.

Berbeda dengan orang-orang yang belum diberi kesempatan untuk naik ke kelas 6, mereka dipersilahkan untuk mengemas barang-barang mereka dan diperbolehkan untuk pulang, karena yang menetap di pondok hanya untuk mereka yang naik ke kelas 6. Betapa beratnya kami melepas teman-teman kami yang belum diberi kesempatan tersebut, mereka pulang dengan membawa kegagalan, kami yakin betapa beratnya langkah kaki mereka meninggalkan pondok menuju rumah mereka masing-masing. Good bye my friend, see you again for a next time.

Terbentuknya Sebuah Generasi Baru

Esok harinya kami satu angkatan siswa akhir dikumpulkan di aula untuk pemilihan ketua angkatan dan ketua acara Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira, penentuan nama angkatan dan beserta warnanya. Itu semua nantinya akan menjadi hal yang kami banggakan muali dari setelah lebaran sampai nanti kami sudah selesai belajar di Gontor nanti.

Selama pemilihan ketua angkatan dan ketua acara Panggung Gembira terlihat sangat ramai, terdapat 6 kandidat ketua angkatan dan 6 kandidat ketua acara Panggung Gembira, dari kedua bagian ketua tersebut hanya akan terpilih 3 orang ketua saja. Mereka 3 orang yang terpilih memiliki kewenangan terhadap seluruh angkatan, jelek bagusnya nama angkatan terdapat ditangan mereka. Kemudian 3 orang ketua yang lainnya juga sama, mereka memegang tugas yang tak kalah besar, yaitu mensukseskan acara Panggung Gembira yang akan diadakan pada puncak acara Khutbatul ‘Arsy nanti.

Ketua angkatan dan ketua acara Panggung Gembira sudah terpilih, kemudian penentuan warna baju angkatan dan nama angkatannya. Semua santri berpartisipasi dalam pemilihan keduanya, khususnya penentuan nama angkatan. Dalam tempo beberapa saat sudah terkumpul nama-nama angkatan yang akan diajukan kepada Kyai. Semua itu yang menentukan Kyai, kami tidak memiliki kewenangan sama sekali dalam penetapan nama, baju, dan ketua. Kami hanya memiliki hak memilih dan menentukan dan yang menetapkan adalah Kyai.

Setelah acara pengangkatan ketua angkatan dan ketua acara Panggung Gembira, maka dibentuklah sebuah kepanitian besar, yaitu Pantia Bulan Syawwal atau disingkat PBS. Gunanya agar sektor-sektor bagian organisasi di pondok tidak mati, kemudian dibentuklah sebuah organisasi sementara ini. Maksudnya sementara disini adalah orang-orang yang sudah ditunjuk menjadi Panitia Bulan Syawwal belum tentu akan ditunjuk kembali sebagai anggota Organisasi Pelajar Pondok Modern atau OPPM, karena OPPM-lah organisasi yang sesungguhnya.

Akhirnya hari lebaran tiba, setelah sholat Ied kami langsung dibawa menuju ke masjid untuk acara salam-salaman bersama keluarga pondok dan seluruh angkatan siswa akhir. Tiba juga hari dimana nama angkatan, lambangnya beserta warnanya ditunjukkan. Bagi kami ini adalah salah satu hari bersejarah kami, karena pada hari itu terlahirlah sebuah angkatan baru yang akan mewarnai kehidupan Gontor selama satu tahun kedepan. Memang berbeda rasanya antara lebaran di rumah dan lebaran di pondok, dimana perbedaannya? Kalo di rumah pasti bareng keluarga, bersenang-senang canda tawa, ngobrol ini itu, dan tentu saja ada THR-nya yang cukup banyak. Tetapi kalau di pondok tidak jauh beda dengan di rumah, hanya tidak ada sanak keluarga yang menemani, adanya teman-teman seperjuangan yang memiliki mimpi menuju khusnul khotimah.

Dari setelah lebaran inilah rentetan acara-acara pondok akan menghiasi dan memeriahkan kampung damai ini. Mulai dari penyambutan santri, ada acara Pekan Olahraga dan Seni atau disingkat Porseni, acara besar Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy, Panggung Gembira, Lomba Pramuka Penggalang dan Penegak atau LP3 dan banyak acara lainnya. Semua acara tersebut tentunya diatur sebaik mungkin agar semua acara tersebut sukses. Tentu saja yang akan menjadi panitianya adalah santri kelas 6 atau siswa akhir.

Salah satu penampilan dalam acara pembukaan Porseni

gontor1.rssing.com

Semua acara tersebut akan berlangsung lama, sekitar 2 bulan lebih. Sehingga kalau dipikir-pikir berat memang beban santri kelas 6, mulai dari banyaknya kepanitiaan yang harus kami jalankan sementara kami juga terbebani dengan pelajaran-pelajaran kami yang cukup banyak. Memang secara pandangan terasa berat tugas santri kelas 6, mulai dari mengurusi pondok, santri bahkan pelajaran-pelajaran kami sendiri. Tetapi dengan hati yang ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, tanpa meminta imbalan sama sekali hanya mengharapkan ridho Allah SWT dan ridho pondok kepada kami, kami kejakan tugas-tugas tersebut dengan senang hati maka semua pekerjaan itu akan terasa ringan. Jika kami mendapatkan nilai jelek dalam sebuah ujian kami tidak pernah menyalahkan bagian kami atau tugas kami, justru kami menyalahkan diri kami sendiri karena tidak rajin belajar.

Ujian di Depan Mata

Memasuki hari-hari ujian santri kelas 1 sampai kelas 5, dimulai juga ujian bagi kami. Walaupun bukan ujian secara akademis tetapi kami diuji secara mental, jiwa keikhlasan dan ketaatan terhadap disiplin ujian. Tugas kami selama ujian ini adalah menjadi penguji bagi mereka, sebagian juaga ada yang menjaga di sektor-sektor bagian OPPM dan pondok. Selama ujian berlangsung, ada 2 hal yang terus kami pikirkan, yaitu bagaimana ujian santri ini sukses dan bagaimana ujian kami nanti juga sukses, karena ujian kami akan diadakan ketika masa liburan santri nanti.

Suasana Belajar Malam di Gontor pada masa ujian

www.yahanu.com

Selama masa ujian santri tersebut, seluruh santri Gontor bertebaran di seluruh sudut-sudut pondok, mereka belajar semua belajar agar bisa menjawab ujian nanti. Sama juga seperti kami siswa akhir KMI, kalau seluruh santri belajar keras untuk kesuksesan mereka dalam ujian kami pun juga belajar dengan sungguh demi kesuksesan kami. Bahkan kami rela belajar semalaman suntuk demi menghabiskan buku-buku pelajaran yang nanti akan diujikan. Tanpa ada rasa lelah dan bosan kami jalankan itu semua dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah SWT.

Liburan santri akhirnya tiba, sekarang giliran kami yang ujian, terdapat 10 mata pelajaran yang akan diujikan, mata pelajarannya didominasi oleh pelajaran berbahasa indonesia. Walaupun didominasi oleh pelajaran berbahasa indonesia tetap saja berat bagi kami, karena yang diujikan pelajaran dari kelas 1 sampai kelas 6 yang dijadikan satu lembar soal ujian. Ini adalah ujian penentuan takdir alumni nanti, kalau ingin alumni yang mendapatkan predikat baik ya harus belajar dengan giat, kalau mau jadi alumni gitu-gitu aja ya silahkan bersantai saja.

Perjuangan siswa akhir ketika mengerjakan soal-soal ujian

gontor1.rssing.com

Ujian gelombang pertama ini hanyalah sebuah pemanasan saja atau hanya sebagian kecil dari keseluruhan rentetan ujian siswa akhir. Ujian sesungguhnya ada digelombang kedua nanti setelah keorganisasian OPPM kami resmi diganti oleh santri kelas 5. Ujian gelombang kedua ini akan lebih susah, lebih berat, lebih lama dan lebih bervariasi. Bagaimana proses ujian gelombang kedua ini, tunggu edisi selanjutnya.

 

 

You Might Also Like

6 Comments

  1. 1

    khirrij ayyu sanah akh..?

  2. 2

    Ana Khirrij sanah 2014

  3. 3

    Saya salah satu walsan di GP.
    Terima kasih sudah memberi gambaran mengenai hal-hal yang akan putri saya lalui sebagai siswi akhir KMI.

    Maaf, apakah Ustadz punya referensi seperti ini, tapi versi GP?
    Mungkin ada sedikit/banyak perbedaan.
    Terima kasih.

  4. 4

    Untuk ulasan yang berbentuk Gontor putri saya belum ada, tetapi sepengetahuan saya nggak jauh berbeda kok

  5. 5

    Assalamualaikum Tadz…sy walsan GPusat…yg ank sy ada d kls 5…apkh waktu yudisium kls 5 wali santri hrs ikut hadir…kmudian bgmna dg santri kls 5 yg tdk naik kls apkh msh bs mngulang lg d kls 5 atau dipulangkn selamanya…mhn penjlsannya… Trims…wassalam

  6. 6

    Wa’alaikumsalam wr wb
    Perihal yudisium kelas 5, utk kehadiran wali santri tidak diwajibkan. tetapi utk yudisium kelas 6 nanti diusahakan bisa hadir. Jikalau nanti ada kelas 5 yg tidak naik kelas, nantinya akan diperbolehkan langsung pulang ke rumah, sementara yang lulus tetap mukim di pesantren. Jika pernah tidak naik kelas kemudian tidak naik kelas lagi di kelas yang sama (Contoh, nggak naik ke kelas tiga, berarti ngulang lagi kelas 2. Ternyata nggak lulus lagi, maka harus pulang atau DO). Begitu saja yang bisa saya sampaikan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>