Cerita

Perjuangan Siswa Akhir Pondok Modern Gontor (Bagian Akhir)

 

Perjuangan yang Pertama

Santrigaul – Tibalah hari yang sudah dinantikan dan ingin segera melewatinya,  semua berjuang demi masa depan masing-masing, tidak ada diantara kami yang bermalas-malasan atau bersantai. Walaupun kami harus rela belajar dari pagi hingga malam hari dan meninggalkan beberapa kegiatan pondok untuk menambah waktu kami dalam belajar. Hari demi hari kami lalui dengan penuh konsentrasi, tak ada soal yang terlewati, semua serius dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan.

Menjelang detik-detik dimulainya ujian, kami semua serius dengan buku-buku kami, tidak ada yang mengobrol atau berdiam diri, semua serius menghafal pelajaran yang akan diujikan nanti. Lonceng tanda ujian akan dimulai telah berdentang bersegeralah kami untuk memasuki ruang ujian. Dalam sehari terdapat 2 mata pelajaran sekaligus, disetiap mata pelajaran akan diberi waktu 2 jam untuk mengerjakan dan diantara 2 mata pelajaran tersebut diberi waktu 1 jam untuk mempersiapkan mata pelajaran yang kedua, dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 12 siang. Terasa cepat dan berat 5 jam tersebut karena otak dan tangan sama-sama bekerja keras.

Dengan muka yang terlihat tidak semangat, capek karena otak berusaha mencari jawaban yang tepat disetiap soal, 4 jam otak dipaksa untuk terus berfikir keras, dengan loyo kami pulang ke kamar masing-masing. Biasanya sepulangnya kami dari ruang ujian, kami langsung merebahkan diri ke atas kasur untuk bersegera mengistirahatkan badan dan otak kami.

Sepulangnya kami ke kamar masing-masing langsung saja kami membahas beberapa soal yang menurut kami susah, setelah mengetahui jawabannya bagi yang merasa benar akan merasa senang dan bagi yang merasa salah akan berteriak putus asa karena jawabannya salah. Setelah beberapa saat istirahat adzan sholat dzuhur berkumandang, menandakan untuk bersegera ke masjid untuk sholat berjamaah.

Setiap hari selama 5 hari akan seperti itu terus sampai pada hari akhir ujian gelombang pertama, selesainya ujian kami berbondong-bondong pergi ke masjid, ujian ini kami tutup dengan sujud syukur bersama-sama satu angkatan, itulah tanda kesyukuran kami atas bantuannya dari sang maha pencipta, Seluruh usaha kami dalam ujian ini tidak ada apa-apanya dibanding seluruh nikmat yang diberikannya kepada kami.

Beberapa bulan kemudian, setelah melewati berbagai macam kegiatan pondok yang cukup padat, mulai dari Gontor Olympiad dan pergantian pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka, sampailah kami pada ujian kami yang terberat. Ujian gelombang kedua.

 

Masa Karantina

Karantina-Tingkatkan-Kebersamaan-dan-Intensitas-Belajar-Siswa-Akhir-KMI-2013 gontor.ac.id asSeluruh santri kelas 6 dikumpulkan di masjid untuk pengarahan tentang karantina yang akan segera diadakan besok hari, tugas kami adalah membersihkan gedung aula hingga sebersih mungkin, lantai harus dipel, kaca-kaca harus dilap dengan bersih, sarang laba-laba yang ada di beberapa sudut gedung juga dibersihkan, halaman gedung sebelah timur juga dipel karena ruang dalam gedung aula belum cukup untuk menampung seluruh santri kelas 6.

Kemudian pengangkatan meja-meja untuk pembagian kelompok karantina, karpet untuk menambah kenyamanan, tempat gantungan baju harus tersedia, dan tentunya tempat untuk minum air harus tersedia juga. Barang-barang yang harus dibawa adalah seluruh buku pelajaran, peralatan sekolah dan sebagian pakaian yang dimiliki tiap santri khususnya pakaian sholat, tidak usah semuanya cukup sebagian pakaian saja. Untuk lemari hanya boleh lemari yang kecil dan tidak boleh lemari yang besar karena akan mempersempit ruang nantinya.

Seluruh kehidupan kami akan dijalankan didalam aula tersebut selama masa-masa ujian gelombang kedua berlangsung mulai dari membaca Alqur’an, kumpul bersama, belajar bersama, tidur bersama. Dikumpulkannya kami siswa akhir agar mudah dikumpulkan dalam waktu cepat dan memupuk kebersamaan dan kepeduliaan antar sesama teman, walaupun kami berbeda kelas, bagian, pondok, dan daerah tetapi kami tetap satu kesatuan siswa akhir KMI.

Proses pengangkatan barang-barang dimulai, para siswa akhir berbondong-bondong menuju aula dengan membawa koper dan tas masing-masing untuk menaruh pakaian, bagi yang punya lemari kecil diperbolehkan membawanya juga ke dalam aula untuk menaruh buku-buku pelajaran dan peralatan sekolah. Ada yang hanya membawa kardus untuk menaruh keduanya, mungkin karena keterbatasan tas dan tidak memiliki lemari kecil sehingga mau tidak mau harus pakai kardus untuk memudahkan dalam pembawaaan barang-barang.

Pengangkatan barang-barang dimulai setelah sholat ashar tepat. Ketika awal pengangkatan barang-barang para siswa akhir terlihat seperti tidak teratur .Ada yang asal menaruh barang-barangnya, ada juga yang tidak mengetahui kelompoknya dan tidak tahu tempatnya dan dengan kedatangan para siswa akhir secara serempak membuat semuanya terlihat tidak teratur. Tetapi dengan arahan para pembimbing dan ketua angkatan semua berjalan dengan lancar dan teratur sehingga semua mendapatkan tempat dan kelompoknya masing-masing.

Tepat sebelum adzan maghrib berkumandang, seluruh barang-barang siswa akhir sudah tertata rapi di dalam gedung aula, yang sebelumnya terlihat tidak teratur tetapi terlihat rapi dan enak untuk dipandang. Seusai sholat maghrib kami dikumpulkan di aula atau tempat karantina kami untuk pengarahan proses karantina, peraturan dan disiplin selama proses karantina berlangsung khususnya masalah ibadah dan belajar kedua itulah yang paling diutamakan.

Karena kami seluruh siswa akhir KMI dikumpulkan menjadi satu tempat, sehingga sangat mudah bagi panitia ujian untuk siswa akhir memberikan arahan dan pengumuman bagi kami, mulai dari info seputar materi yang akan diujikan, arahan proses ujian dan persiapan yang harus disiapkan bagi kami untuk melancarkan ujian-ujian nanti. Ujian gelombang kedua ini akan dibagi menjadi 3 bagian, ujian praktek mengajar, ujian lisan dan puncak sdari seluruh rentetan ujian siswa akhir yaitu ujian tulis.

Dalam arahan panitia ujian kami kami dijelaskan akan terdapat ujian akhir ini akan dibagi menjadi 3 bagian:

  • Ujian ujian praktek mengajar selama 2 minggu.
  • Ujian lisan selama 2 minggu.
  • Ujian lisan selama 2 minggu juga.

Total dari hari-hari ujian adalah selama 6 minggu atau satu setengah bulan dengan total materi ujian: 41 mata pelajaran, 6 materi ujian lisan dan ujian praktek mengajar.

Ujian Praktek Mengajar

Siswa Akhir KMI www.yahanu.com asDalam ujian ini setiap siswa akhir akan diuji kelayakannya tentang mengajar didalam kelas, kita dituntut setelah lulus nanti untuk menjadi guru, pantas atau tidak. Nantinya selama ujian praktek mengajar kami akan dibagi menjadi kelompok-kelompok mengaja. Untuk materi yang akan diajarkan nanti akan ditentukan oleh panitia ujian, dan materi yang nanti diajarkan sangat dirahasiakan oleh panitia ujian siswa akhi. Materi-materi yang diajarkan nanti akan dibagikan melewati pengumuman yang berada di masjid setelah sholat dzuhur tepat.

Bagi yang namanya terpanggil agar bersegera menghadap ke kantor KMI untuk mendapatkan materi yang diajarkan, bagi santri yang belum terpanggil namanya diharap menunggu dengan sabar pada esok harinya. Setelah mendapatkan materi yang didapat, setiap santri wajib melaporkan materi yang didapat ke pembimbing yang sudah ditentukan dari panitia ujian untuk menanyakan perihal apa yang harus dituliskan nanti didalam teks mengajar.

Isi teks tersebut harus sangat detail dan terperinci, mulai dari salam ketika memulai pelajaran, apa saja yang ingin diucapkan, kalimat apa saja yang ingin ditulis di papan tulis, perintah-perintah yang akan diberikan kepada santri, sampai penutup pelajaran. Persiapan yang matang itulah motto setiap guru di Pondok Modern Darussalam Gontor. Setiap harus mengajar harus memiliki persiapan berupa mental dan teks mengajar yang biasa kami sebut i’dad. Tidak pantas bagi seorang guru untuk mengajar bila tidak memiliki persiapan terlebih dahulu, haram baginya mengajar dan masuk kelas.

Semua persiapan mengajar haruslah matang, mulai dari pakaian, cara mengajar, isi dalam materi tersebut, antusias santri dalam proses mengajar, kebersihan kelas beserta ketertibannya semuanya ada di tangan pengajar. Maka dari itu kami mengambil banyak pengalaman kepada siswa akhir KMI pada tahun-tahun sebelumnya dan para pembimbing, untuk meminimalisir kesalahan.

Dalam sehari bisa sampai 100 siswa akhir yang akan mendapat jadwal ujian mengajar di dalam kelas. Selama kita melakukan proses mengajar kami akan dinilai oleh pembimbing kami dan teman-teman dikelompoknya masing-masing. Setelah selesainya proses ujian mengajar kami akan berkumpul di tempat yang sudah ditentukan untuk mengadakan evaluasi bersama tentang proses mengajar barusan. Hasil evaluasi tadi akan menjadi nilai penentu kelulusan nantinya.

Ujian Lisan

Bagian kedua dalam rentetan ujian gelombang kedua, setiap santri akan diuji hafalannya tentang beberapa materi ujian, tentang bahasa arab, inggris, dan ibadah. setiap harinya akan ada 10 orang yang masuk ke dalam setiap ruang ujian. Dalam sekali ujian akan diuji langsung 2 orang, karena agar mempercepat proses ujian dan agar ada persaingan sesama mereka maka akan terlihat antara yang sudah siap menghadapi ujian dan yang belum siap. Terdapat 6 materi yang diujikan, walaupun hanya 6 materi tetapi berakar pelajarannya.

Ujian Tulis dan Perjuangan Terakhir

Para santri berbondong-bondong berangkat ke medan perjuangan

www.kaskus.co.id

Inilah bagian dari rentetan ujian gelombang kedua, hal yang paling dinantikan dan pasti ingin segera melewatinya, ujian tulis namanya. Seluruh mata pelajaran yang pernah kita pelajari dulu selama menjadi santri akan terulang kembali atau akan ditanya kembali dalam ujian ini. Kami membutuhkan persiapan yang ekstra dalam menghadapi ujian tersebut, bahkan kami rela tidur sampai larut malam untuk belajar, mengurangi jatah istirahat kami demi masa depan kami nanti, semua ditentukan dari sekarang.

Prosesnya sama seperti ujian gelombang pertama cuma lebih lama dan pelajarannya lebih bervariasi dibandingkan ujian gelombang pertama. Kami tak pernah lengah sedikitpun dalam menghadapi ujian tersebut, semua serius dan fokus dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Ujian terakhir ini menjadi penentu masa depan kami nanti, apakah menjadi guru ataukah menjadi mahasiswa di kampus UNIDA, semua hanya menjadi keputusan Allah SWT dan usaha kami selama ini. Hari demi hari berjalan, selama hari-hari itu adalah waktu yang paling berat dan menegangkan, tidak boleh ada saling ejek mengejek atau saling menjatuhkan, otak semua para santri panas dalam menghadapi ujian ini, harus banyak berdzikir dan beribadah untuk mendinginkan otak yang panas ini.

Tasyakuran

Pelajaran terakhir dalam ujian dan waktu terakhir ujian gelombang kedua. Detik-detik sebelum lonceng tanda pengumpulan lembar jawaban, para santri sudah tidak sabar akan selesainya ujian ini dan tidak terasa tiba-tiba ruang ujian terasa ribut karena ketidak sabaran tersebut.

Lonceng tanda ujian telah berakhir berdendang, secara serempak seluruh siswa akhir meneriak kalimat takbir sekeras-kerasnya sambil melompat di bangkunya masing-masing tanda telah selesainya ujian. Seluruh santri sangat senang akan waktu-waktu itu, senang karena ujian telah selesai dan sedih karena mungkin ada beberapa mata pelajaran yang tidak bisa dijawab dengan sempurna, tetapi semua itu sudah berakhir dan saatnya kami melepaskan kesenangan kami dengan sujud syukur bersama di masjid.

Suasana haru sangat terasa sekali, semua terharu akan usahanya masing-masing. Ada yang menangis, ada juga yang khusyuk berdoa dan ada juga yang biasa saja perasaannya semua bercampur aduk menjadi satu. Seluruh ujian diakhiri dengan sujud syukur yang sangat berkena dan malamnya diadakan makan bersama tanda rasa syukur bersama kami.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>