Agama

Pengertian Tentang Puasa Beserta Macam-Macamnya

Santrigaul – Puasa dalam arti bahasa memiliki arti menahan. Menurut syariat islam puasa adalah suatu bentuk kegiatan ibadah kepada Allah SWT dengan menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu, menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbitnya matahari atau sejak berkumandangnya adzan shubuh sampai waktu maghrib.

Rukun Puasa

pengertian puasa

siji-pitu.blogspot.com

Dari pengertian puasa secara syar’i, tercerminkan bahwa puasa memiliki rukun yang mana rukun ini merupakan asas baginya:

  • Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar (waktu shubuh) hingga terbenamnya matahari (waktu maghrib). Dalil yang menjelaskan rukun ini terdapat pada surat Al-Baqoroh: 187:

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

 

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. makanlah dan minumlah hiingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.”

Yang dimaksudkan dari benang putih adalah siang hari, sementara benang hitam adalah waktu malam.

  • Niat. Dengan adanya niat yang tertanam dalam setiap aktivitas ibadah khususnya puasa, maka akan terlihat perbendaan amal ibadahnya bagi yang berniat (bersungguh-sungguh) dengan yang tidak.

Dalil tentang niat dalam segala aktivitas:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap pekerjaan itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya bagi seseorang mendpatkan apa yang dia niatkan.” (H.R Muslim)

Macam-macam Puasa

Puasa Fardhu

Puasa fardhu merupakan puasa yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan dari syariat islam yang sudah ditetapkan. Puasa-puasa yang fardhu antara lain:

Puasa Di Bulan Ramadhan

pengertian puasa

hambamusafir.wordpress.com

Puasa di bulan Ramadhan dilakukan berdasarkan yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai berikut:

dalil puasa

yudhie78.blogdetik.com

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian termasuk orang0orang yang bertaqwa.” (Q.S Al-Baqoroh: 183)

dalil puasa

cinikironk.blogspot.com

Bulan Ramadhan (adalah) bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk dan pembeda (antara hak dan bathil). Barangsiapa diantara kalian yang menyaksikan bulan maka hendaklah berpuasa, dan barangsiapa sakit atau dalam keadaan perjalanan maka (wajiblah berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu di hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesusahan dan untuk melengkapi dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuknnya dan supaya kalian bersyukur.” (Q.S Al-Baqoroh: 185)

Puasa Kafarat

Puasa kafarat merupakan puasa yang dilaksanakan sebagai penebusan yang dikarenakan pelanggaran terhadap suatu hukum atau karena kelalaian dalam melaksanakan suatu kewajiban. Sehingga diharuskannya seorang mukmmin untuk mengerjakan puasa agar dosanya dapat dihapuskan. Bentuk pelanggaran yang harus dibayar dengan kafarat antara lain:

  • Apabila seseorang melanggar sumpahnya dan tidak mampu untuk memberi makan sepuluh orang miskin atau membebaskan seorang budak. Maka dia harus melaksankan puasa selama tiga hari.
  • Apabila seseorang dengan sengaja membunuh seorang mukmin lainnya sedangkan dia tidak mampu mengganti uang tebusan. Maka dia harus berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. (An Nisaa; 94)
  • Apabila dengan sengaja membatalkan puasanya ketika bulan ramadhan tanpa ada alasan dengan jelas. Maka dia harus membayar kafarat dengan berpuasa genap 60 hari.
  • Ketika sedang melaksanakan haji bersamaan dengan pelaksaan umrah kemudian tidak mendapati binatang kurban. Maka dia harus melaksanakan kafarat dengan berpuasa selama 3 hari di Makkah dan 7 hari ketika kepulangan ke tanah air. Jika tidak sanggup berpuasa (karena masalah kesehatan dan lainnya) maka berpangkas rambutnya kemudian berpuasa selama 3 hari.

Puasa Nazar

Puasa nazar bukanlah puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT, Rasulullah SAW juga tidak menyunahkan melaksanakannya. Puasa nazar merupakan puasa yang ditetapkan sendiri untuk membersihkan diri atau dalam mengadakan sebuah janji kepada Allah SWT. Jika janji itu berhasil atau sukses maka diwajibkannya berpuasa selama yang dia putuskan.

Puasa Sunnah

  • Puasa 6 Hari Di Bulan Syawwal.

Dari Abi Ayyub Anshari, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian dia menyusulkannya dengan berpuasa kembali pada 6 hari bulan syawwal, seakan-akan dia berpuasa selama setahun.”

  • Puasa pada Pertengahan Bulan (13, 14, 15) Pada Bulan-Bulan Qomariyah.
  • Puasa Senin dan Kamis.
  • Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah / pada masa haji)

Dari Abu Qotadah, Nabi SAW bersabda: “Puasa hari arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (H.R Muslim)

  • Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram
  • Puasa Daud
  • Puasa pada Bulan Rajab dan Sya’ban

Puasa yang Dimakruhkan

  • Puasa pada hari jum’at secara sendirian, kecuali jika terdapat puasa yang bertepatan dengan hari itu.
  • Puasa yang dilaksanakan sehari dua hari sebelum puasa
  • Puasa pada hari yang diragukan.

Puasa-Puasa yang Di Haramkan

  • Puasa yang bertepatan 2 Hari Raya
  • Puasa seorang istri tanpa seizin suaminya.

Semoga bermanfaat bagi kita.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>