Agama, Ilmu

Pengertian dari Ijtihad Beserta Tujuannya

Santrigaul – Ijtihad merupakan usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dan nalar untuk dapat menyelidiki dan menetapkan suatu hukum perkara dengan di dasari oleh Al-Qur’an dan Hadits.

Salah satu contohnya, mengapa mengkonsumsi minuman beralkohol diharamkan? Padahal dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan tentang alkohol. Setelah menyelidiki dengan cermat melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits, maka para ulama dapat mengqiyaskan bahwa, minuman beralkohol memiliki sifat yang sama dengan khomar, yaitu memabukkan.

Sementara khomar dalam Al-Qur’an telah disebutkan sebagai salah satu makanan yang diharamkan, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban/menyembah) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah itu agar kamu beruntung.” (Q.S Al-Maidah 90).

Fungsi Ijtihad

alquran dan hadits

pelajarislam.com

Walaupun Al-Qur’an diturunkan secara lengkap dan sempurna, belum tentu semua hal dalam kehidupan manusia diberitahu secara detail oleh Al-Qur’an dan hadits. Zaman ketika diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad berbeda dengan zaman modern sekarang. Sehingga muncullah berbagai macam permasalahan baru dan akan terus berkembang, jadi diperlukannya aturan-aturan turunan dalam melaksanakan ajaran islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Sekiranya permasalahan-permasalahan tersebut agar tetap mengikuti ketentuan yang sudah ada dalam Al-Qur’an dan hadits. Jika persoalan tersebut merupakan perkara yang tidak jelas dan tidak ada ketentuannya dalam hadits dan Al=Qur’an, pada saat itulah ummat islam memerlukan ketetapan ijtihad. Orang-orang yang berhak untuk membuat ijtihad adalah mereka yang memahami dan mengerti akan isi dari Al-Qur’an dan hadits.

Jenis-Jenis Ijtihad

Ijma’

Ijma’ merupakan kesepakatan para ulama dalam penetapan suatu hukum-hukum dalam agama di dengan dasar Al-Qur’an dan Hadits dalam menyelesaikan suatu perkara. Keputusan bersama tersebut kemudian akan dirundingkan dan disepakati bersama. Hasil dari ijma’ atau merupakan keputusan bersama para ulama dan ahli agama harus diikuti seluruh ummat.

Qiyas

Qiyas merupakan gabungan atau menyamakan suatu perkara dengan perkara lainnya yang belum ada pada masa sebelumnya, tetapi tetap memiliki kesamaan dari sebab, manfaat atau berbahaya dan aspek-aspek lainnya

Istihsan

Beberapa definisi dari istihsan

  • Fatwa yang dikeluarkan oleh seorang ahli fiqih hanya karena dia merasa hal itu adalah benar.
  • Argemntasi dari ahli fiqih tanpa bisa diekspresikan secara lisan olehnya.
  • Mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima, ini untuk kemaslahatan bersama.
  • Mengambil tindakan memutuskan suatu perkara untuk mencegah suatu bahaya.
  • Tindakan dengan menganalogikan suatu perkara dengan perkara yang ada sebelumnya.

Maslahah Mursalah

Mengambil tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan hidup manusia berdasarkan prinsip menarik manfaat dan berusaha untuk menghindari kemudharatan.

Sududz Dzariah

Mengambil keputusan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram untuk kepentingan ummat.

Istishab

Merupakan tindakan menetapkan berlakunya ketetapan sampai ada alasan yang dapat mengubahnya.

Urf

Merupakan tindakan menentukan masih bolehnya adat dan tradisi pada suatu masyarakat setempat selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan dasar-dasar Al-Qur’an dan hadits.

Pengertian Ijtihad

boombastis.com

Tidak semua orang dapat melakukan diperbolehkan untuk melakukan ijtihad. Seseorang yang melakukan ijtihad haruslah memiliki 8 syarat pokok sebagaimana yang disampaikan Yusuf Qordowi.

  1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan asbabun nuzul/ penyebab diturunkan ayat tersebut. ayat-ayat yang dapat menghapuskan dan yang dihapus.
  2. Memahami hadits dan sebab-sebab munculnya dari hadits.
  3. Menguasai bahasa arab.
  4. Mengetahui tempat-tempat ijma’.
  5. Memahami ushul fiqh.
  6. Paham maksud-maksud syariat.
  7. Paham akan masyarakat dan adat beserta tradisi mereka.
  8. Memiliki sifat yang adil dan bertaqwa.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa menentukan hukum-hukum islam merupakan perkara yang tidak bisa dianggap remeh, karena ini menyangkut kemaslahatan ummat dan agama islam itu sendiri.

Semoga bermanfaat bagi kita.

You Might Also Like

2 Comments

  1. 1

    Ijtihad diperlukan untuk menyelesaikan prmaslahan ummat, tapi sekarang ini banyak fatwa2 nyeleneh karena tidak memperhatikan tsawabit dan mutaghoyyirot

  2. 2

    Kebanyakan karena faktor dari luar juga sih ya, harus lebih disusun lagi emang

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>