Agama

Arti dari Barakallah Fii Umrik Beserta Penjelasannya Lengkap

barakallah fi umrik adalah kata yang tepat untuk diucapkan kepada teman kamu yang lagi milad

Santrigaul.net – Ketika ada teman, sahabat sesama muslim atau keluarga kamu yang sedang milad pasti yang akan terbenak dalam diri kamu adalah mengucapkan kalimat barakallah fi umrik. Ketika umur seseorang bertambah bukanlah saatnya untuk bersenang-senang, tetapi seharusnya kamu bersedih. Karena pada hakikatnya umur seseorang bukannya bertambah tetapi berkurang.

Seiring berjalannya waktu, biasanya orang akan menganggap bahwa umur telah bertambah ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya itu merupakan pemikiran yang kurang tepat. sebenarnya ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya lagi maka umurnya akan berkurang.

Maka dari itu, agar seluruh hidupnya mendapatkan barakah dari Allah SWT sepatutnya kita mendoakan mereka yang milad dengan mengucapkan barakallah fii umrik.

Apa Arti Barakallah Fii Umrik

Barakallah memiliki arti yaitu “semoga mendapatkan berkah dari Allah”, ada juga yang mengartikan “semoga diberkahi Allah”.

Berarti barakallah fii umrik artinya adalah “semoga mendapatkan berkah dari Allah dalam usiamu”. Bisa juga diartikan “semoga diberkahi Allah di usiamu saat ini”.

Intinya diucapkannya kalimat barakallah merupakan bacaan doa kepada seseorang agar mendapatkan limpahan rahmat dan hidayah dari Allah SWT dalam segala aspek kehidupan.

Maksud Diucapkannya Barakallah Fii Umrik

Barakallah fii umrik merupakan kata-kata yang tepat untuk diucapkan ketika ada yang milad.

www.prophetpbuh.com

Setiap manusia memiliki jalan kehidupannya masing-masing. Ada yang baik dan ada juga yang buruk. Ada yang perjalanan hidupnya lancar tanpa hambatan dan ada juga yang perjalanan hidupnya yang penuh dengan ujian. Memang seperti itulah hidup, mungkin kamu beranggapa bahwa ada seseorang yang memiliki hidup yang lancar tanpa hambatan.

Sesungguhnya orang yang menyatakan hal tersebut belum mengerti arti kehidupan sesungguhnya. Karena kehidupan seseorang tidak akan pernah luput dari ujian. Tetapi karena orang tersebut menjalaninya dengan sabar dan tawakkal kepada Allah SWT, maka ujian-ujian tersebut dibuat Allah menjadi mudah.

Jika kamu ingin mendapatkan hidup yang nyaman tentu saja harus ada campur tangan dari Allah SWT. Mendoakan seseorang dengan mengucapkan barakallah itu sudahlah cukup agar kehidupan orang lain menjadi baik. Tetapi ingatlah janganlah kamu terus berharap untuk minta doa kepada orang lain, minta doalah kepada Allah SWT karena Dialah yang Maha Pemberi Kemudahan.

Jawaban Jika Diberi Doa Barakallah Fii Umrik

Barakallah fii umrik merupakan doa yang baik

www.islam44.net

Terkadang orang lupa ketika sudah diberikan doa untuk membalas doa tersebut kepada teman, sahabat atau keluarga yang sudah mendoakannya. Seperti menjawab salam, ketika ada orang yang memberikan salam kepada kamu atau kepada orang lain maka kewajiban kamu adalah menjawab salam tersebut. Karena salam yang dibaca “Assalamu ‘alaikum” merupakan doa agar mendapatkan keselamatan.

Ketika ada orang yang mengucapkan kata doa barakallah kepada kamu, maka kamu harus menjawab doa tersebut dengan mengucapkan “wa fiikum barakallah”, yang artinya “dan kepadamu juga berkah Allah”. Hal ini yang membuat setiap orang muslim menjadi semakin kuat, yaitu dengan saling mendoakan.

Intisari

Jika ada teman kamu yang sedang milad, maka doakanlah dia dengan mengucapkan barakallah fii umrik karena itu merupakan doa agar dalam kehidupan teman kamu menjadi lebih baik. Yakinlah dengan doa tersebut teman kamu akan bahagia selama menjalani hidupnya.

Begitu juga ketika kamu sedang milad, pastinya teman-teman sekitarmu akan mengucapkan barakallah fii umrik. Karena teman-teman kamu ingin kamu hidup bahagia dan bisa menyebarkan kebahagiaan tersebut kepada orang lain.

barakallah fi umrik adalah kata yang tepat untuk diucapkan kepada teman kamu yang lagi milad

lupinrandomness.blogspot.com

Mungkin sah-sah saja dengan merayakannya dengan makan bersama keluarga atau bersama teman-teman dan melakukan pesta kecil-kecilan (yang pastinya pesta tersebut tidak boleh dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam islam) dan tidak berlebihan. Hal itu mungkin bisa menjadi tanda bahwa kamu masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT maka disyukuri dengan makan bersama.

Tetapi ingatlah, dengan datangnya milad berarti umur kamu sebenarnya bukan bertambah tetapi berkurang. Perbanyaklah aktivitas yang bersangkutan dengan Allah SWT maka Allah SWT akan memudahkan segala pekerjaan kamu.

Semoga kamu bisa beristiqomah dalam mendoakan orang lain dengan mengucapkan barakallah kepada orang yang sedang milad.

You Might Also Like

18 Comments

  1. 1

    Barokalloh

  2. 2

    Thanks info nya. sangat bermanfaat

  3. 3

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Mohon maaf sebelumnya sekedar bertanya. Bukankah merayakan hari ulang tahun hukumnya haram? Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb.

  4. 4

    Wa’alaikumsalam Wr Wb
    Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini.
    Merayakan ulang tahun itu bukannya haram, tetapi memang tidak ada dalil yang menyebutkan tentang merayakan atau melarang ulang tahun. Merayakan ulang tahun itu merupakan budaya barat yang tertular sampai seluruh dunia, bahkan orang-orang arab juga ada yang merayakan ulang tahun. Alasan paling banyak mengapa merayakan ulang tahun adalah karena “umur bertambah”, maka diadakanlah sebuah pesta merayakan hal tersebut.

    Sebagai muslim yang pintar, umur bertambah sama saja “berkurangnya waktu seseorang hidup di dunia ini”. Seharusnya bukannya senang ketika umurnya bertambah, tetapi sedih karena waktu untuk hidup di dunia semakin pendek.

    Mungkin sah-sah saja dengan merayakannya dengan makan bersama keluarga atau bersama teman-teman dan melakukan pesta kecil-kecilan (yang pastinya pesta tersebut tidak boleh dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam islam) dan tidak berlebihan. Hal itu mungkin bisa menjadi tanda bahwa kamu “masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT maka disyukuri dengan makan bersama”.

    Merayakan ulang tahun bisa jadi haram jika perayaan diisi dengan hal-hal yang haram, entah dari segi makanan, barang, acara dll. Nah itu yang menjadi pertimbangan antara dirayakannya ulang tahun.

    Admin sendiri gak pernah kok ngerayain ulang tahun, mungkin cuma mengajak makan teman2 sebagai tanda rasa syukur masih diberi kehidupan 😀

  5. 5

    Terima kasih atas perhatiannya

  6. 6

    “Merayakan ulang tahun itu merupakan budaya barat yang tertular sampai seluruh dunia…” trus knapa ragu mengatakan bahwa ini perbuatan HARAMMM..
    Apa ada batasan dalam permasalahan tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir) ?, sedang dengan jelas rasulullah saw. Bersabda; Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

    “Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi, juga Nashrani, karena sungguh mereka kaum Yahudi memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan kaum Nasrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya” (HR Tirmidzi, hasan)

    “Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319).

    Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
    أَنَّ الْمُشَابَهَةَ فِي الْأُمُورِ الظَّاهِرَةِ تُورِثُ تَنَاسُبًا وَتَشَابُهًا فِي الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَلِهَذَا نُهِينَا عَنْ مُشَابَهَةِ الْكُفَّارِ
    “Keserupaan dalam perkara lahiriyah bisa berpengaruh pada keserupaan dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu, kita dilarang tasyabbuh dengan orang kafir” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 154)
    Wallahu a’lam

  7. 7

    Terima kasih atas komentarnya.

    Oke barusan anda mengeluarkan dalil rasulullah saw. Bersabda; “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan).
    Sekarang melihat sekitar kita saja, apa sih yang nggak ngikut budaya barat???
    Sistem pemerintahan Indonesia demokrasi, itu berasal dari barat.
    Banyak sekali desain pakaian yang berasal dari barat.
    Sistem perniagaan di Indonesia hampir keseluruhan menggunakan metode barat.
    Banyak makanan yang mengambil contoh dari barat.
    Sistem belajar di sekolah sekarang kebanyakan menggunakan sistem dari barat.
    Ummat muslim berpuasa, orang nasrani juga berpuasa. Apakah bisa disamakan? Kan sama-sama nahan makan, berarti menyerupai.
    Dan masih banyak sekali di dunia ini yang mengambil contoh dari barat.
    Dalam hal ini banyak sekali yang sama/menyerupai tetapi pada hakikatnya tidak sama. Semua tergantung niat….itu saja.

    Jika saya ambil kesimpulan:
    Kalo kamu ikut nyoblos pemilu, berarti ikut sistem demokrasi di Indonesia.
    Kalo misalnya kamu melamar kerja menggunakan kemeja, itukan desain hasil dari barat.
    Baju koko itu aslinya pakaian adat orang cina lho, bukan pakaian muslim.
    Kalo kamu nyimpan uang di bank konvesional, berarti kamu sudah kena riba.
    Kalo kamu makan mie instan, itu makanan khas dari negeri cina atau jepang.
    Kalo kamu sekolah di SD, SMP dan SMA bukan pesantren, berarti kamu sudah ngikut budaya barat.
    Berarti itu semua sudah jelas2 TASYABBUH, atau menyerupai mereka.

    Dari sini bisa saya simpulkan kembali, berarti Indonesia termasuk negara yang HARAM yang mayoritas adalah orang MUSLIM???

    Nggak bisa seperti itu….
    Menyatakan haram atau tidaknya suatu perkara perlu sebuah musyawarah dari para ‘alim ulama. Nggak bisa sembarangan begitu saja. Apalagi di zaman sekarang yang sudah sangat berbeda dengan zaman ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya hidup. Sudah ada Fiqh baru yang menerangkan hal-hal ini dan itu bisa kamu telusuri sendiri.

    Kenapa saya tidak menyatakan bahwa merayakan ulang tahun itu HARAM?
    Karena selama batasan yang wajar dan tidak berlebihan, itu tidak masalah. Selama prosesnya tidak ada hal-hal yang berbau haram, itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah jika di dalam proses tersebut terdapat unsur-unsur haramnya entah dari segi makanan, acara dan lain sebagai.

    Baca lagi kutipan ini:

    “Mungkin sah-sah saja dengan merayakannya dengan makan bersama keluarga atau bersama teman-teman dan melakukan pesta kecil-kecilan (yang pastinya pesta tersebut tidak boleh dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam islam) dan tidak berlebihan. Hal itu mungkin bisa menjadi tanda bahwa kamu masih diberikan kehidupan oleh Allah SWT maka disyukuri dengan makan bersama.

    Tetapi ingatlah, dengan datangnya milad berarti umur kamu sebenarnya bukan bertambah tetapi berkurang. Perbanyaklah aktivitas yang bersangkutan dengan Allah SWT maka Allah SWT akan memudahkan segala pekerjaan kamu.”

    Ganti kata “merayakan ulang tahun” menjadi “tasyakuran masih diberi kesempatan untuk hidup”. Itu menjadi pembedanya.

    Kalo ada salah kata atau menyakitkan hati. Saya minta maaf sebesar-besarnya.

  8. 8

    Terima kasih banyak syahidulhaq ilmunya. Semoga akan menjadi amal jariyah buat ente.

  9. 9

    Terima kasih atas info nya…

    Dan setau ane…merayakan Ulang Tahun itu tidak haram…selama masih dalam batas kewajaran dan tidak keluar dari ajaran2an Islam.

    I’m agree too bro…
    Terima kasih

  10. 10

    Menurut saya sha sha saja ya. Merayakan ultah islam bleh kok kan mengingat hari lahir kita di Dunia. Akan ttpi ultah nya yg gimna dlu ‘klo minum”an keras dan pkek tari telanjang itu baru haram namanya. Nabi kita aja Muhammad SAW kita rayakan. Iyakan sobat. Lalu kita sbgai muslim gk perlu muna. Dan sok dgn apa yg kita jalani. Untuk itu kita jga harus bisa membedakan mana yg haram dan yg halal. Jgn lpa buda kita jga gk semuanya Memakai budaya islam atau budaya timteng ya. Dan semua itu tergantung Nawaitunya. Baik atau jelekkah. Hanya ALLAH SAW yg dpt menilai semua itu.

  11. 11

    Betul sekali. Terima kasih atas penjelasan singkatnya.

  12. 12

    Betul sekali, tetapi untuk yang ulang tahun bukan untuk dirayakan, tetapi kembali pada niatnya. Kalau admin sendiri biasanya niatnya dalam bentuk tasyakuran karena masih diberi kehidupan sama Allah SWT dan bukan perayaan. Tapi admin sendiri jarang kok tasyakuran kayak gitu, soalnya nggak ada waktu, kalaupun ada waktu diluar itu.

  13. 13

    Amiin ya Robbal ‘Alamiin, terima kasih doanya

  14. 14

    Intinya kembali lagi pada niatannya orang tersebut. Gitu kali yah ? .

  15. 15

    Benar sekali siti nuryani. Semua kembali pada niatnya

  16. 16

    Infonya bermanfaat sekali. Terima kasih 🙂

  17. 17
    Bagus Yudhistira

    Terimakasih, infonya bermanfaat sekali.

  18. 18

    Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh…

    Rasulullah bersabda:
    ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
    “ Man tasabbaha biqaumin fahua
    minhum” (Barang siapa yang menyerupai suatu
    kaum, maka ia termasuk golongan
    mereka.” ( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu
    Umar).

    Allah berfirman;

    ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺿَﻰ ﻋَﻨْﻚَ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻭَﻻ ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺘَّﺒِﻊَ ﻣِﻠَّﺘَﻬُﻢ
    ْ
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan
    senang kepada kamu hingga kamu mengikuti
    agama mereka. (QS. Al Baqarah : 120)

    ﻭَﻻ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ
    ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻻ
    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu
    tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
    Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan,
    dan hati, semuannya itu akan diminta
    pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra’:36)

    “… dan kamu mengatakan dengan mulutmu
    apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga,
    dan kamu menganggapnya suatu yang ringan
    saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah
    besar.” (QS. an-Nuur: 15)

    Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah
    ini kita buang jauh-jauh dari diri kita,
    keluarga dan anak-anak kita dan
    menggantinya dengan tuntunan yg mulia yang
    diajarkan oleh Rasulullah….

    Barakhallahu’Fiikum….

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>